4/11/2012

Hancurnya persahabatan

by: Sri Y.H

Salam kenal namaku Nayla Permata. Panggil saja Nayla. Aku sekarang duduk di kelas 3 SD. Aku menyukai seekor kelinci. Langsung saja kubuka ceritaku.........                                                                                                                                                                     pagi ini adalah pagi yang sangat indah. Banyak kudengar suara burung yang berkicau merdu dan mataharipun tampak lebih cerah dibandingkan hari sebelumnya.                                                           Aku memang anak yang sedikit susah untuk bangun lebih pagi. Waktu sudah menunjukan pukul 06.00 pagi.                                 Aku langsung bangun dari tempat tidurku dan langsung mandi. Karena hari ini hari senin dan aku kebagian tugas upacara untuk membacakan UUD 45.                                                                       Setelah selesai mandi aku sedang berkaca di kamarku tiba-tiba mama masuk ke dalam kamarku dengan muka yang sedikit muram....
Nayla  :” mama kenapa?”
          “kenapa muka mama muram,nanti cepet tua loh....?”
           (becanda ku agar mama tersenyum)
Mama  :” Hem.....”(mama pun tersenyum kepadaku)
“mama tidak apa-apa nak,mama hanya ingin memberi tahukan     bahwa saat kamu naik-naikan kelasa nanti kita semua akan pindah dan tinggal di jakarta.”
Nayla  :”apa ?” (bentakku kaget dan sambil meneteskan air mata)
Mama  :”kamu kenapa ?”
          “kamu tidak keberatan kan ?”
Nayla  :”nge......nggak ma,Nayla tidak kebertan. Tapi Nayla hanya sedih    untuk meninggalkan kota ini,kota kelahiran Nayla.”
Mama  :”iya,mama juga tahu. Mama juga tidak ingin meninggalkan kota            ini tapi mau bagaimana lagi,kita harus ikut pindah bersama                  papa. Sudahlah nanti kita bicarakan lagi,sekarang kita turun          untuk sarapan bersama papa dan kak riko.”
Nayla  :”ya ma,nanti aku turun mama duluan aja.”
Mama  :”ya”(jawab mama dengan singkat)
        Setelah mama turun,aku jadi merasa sangat sedih. Karena aku akan berpisah dengan teman dan sahabatku,dan mungkin itu akan sangat menyedihkan buatku.                                                    Setelah berberapa menit aku melamun,tiba tiba kak riko mengetuk pintuku “tok....tok....tok...” dan menyuruhku untuk segera turun.
Kak riko  :”Nayla,kamu disuruh mama dan papa segera untuk turun                     tuh!!!”! ( ‘-‘ )
Nayla  :”iya,sekarang aku turun.”
        Sesaat aku tiba di meja makan,papa agak sedikit aneh melihatku.
Papa  :”kamu kenapa Nayla?”
Nayla  :”enggak pa,Nayla nggk apa-apa.”
Papa  :”lalu kenapa rotinya tidak di makan?”
Nayla  :”Nayla.....tidak nafsu untuk makan pa. Yaudah sekarang kita               berangkat sekarang soalnya hari ini aku kebagian menjadi              petugas upacara dan membacakan UUD 45.”
Papa  :” yaudah kalu gitu kita berangkat.”
Nayla  :”mama,kak Riko Nayla berangkat ya?” (sambil mencium tangan   mama dan kak Riko)
Mama  :”ya hati-hati ya di jalan.”
Nayla  :assalamualaikum.”
Mama dan kak Riko  :”waalaikumsalam.”
        Saat aku dan papa sedang di perjalan aku melihat Adam,Rasti,Rey,dan Umi sedang berjalan untuk berangkat sekolah dan aku pun mengajak mereka untuk berangkat bareng denganku......
Nayla  :” hai semua !!!!!”
          “mau nggak kalian berangkat bareng denganku?”
Adam  :” boleh.....boleh.....itung-itung irit energi. Hahaha ( “-” )”
(Rasti,Rey,Umi pun tertawa sambil melirik kearah Adam)
Nayla  :” yaudah ayo sekarang masuk takut terlambat nih!!!!!!!!!”
        Tanpa kami sadari,kami sudah tiba di sekolah dan teman-teman kami pun sudah pada baris dilapangan,aku pun langsung masuk kebarisanku. Tiba-tiba Ria menatapku dengan sedikit aneh......
Ria  :”mimpi apa semalam Nayla bisa datang terlambata???” (._.)
Nayla  :”Hem....(akupun tersenyum sambil menundukan kepalaku)
          “nanti aja deh aku ceritain mendingan sekarang kita konsen                  sama tanggungan kita sebagai petugas upacara.”
Ria  :”ya”..... (jawab Ria dengan singkat)
        Upacarapun akhirnya selesai dan kami pun masuk ke kelas. Tiba-tiba ada sebuah pengumuman,bahwa pengambilan raport akan dilaksanakan minggu ini.                                                                   Sesaat setelah mendengarkan pengumuman itu aku pun langsung lari tergesa-gesa kekamar mandi sambil meneteskan air mataku. Tiba-tiba Umi menyusul ku dan menanyakan keadaanku.
Umi  :”kamu kenapa Nayla???”
        “tiba-tiba kamu kabur begitu saja.” Apa kamu sakit???”
(tanya Umi yang kelihatanya sedikit cemas dengan keadaanku)
Nayla  :”aku tidak apa-apa.”(dengan memeluk umi sahabat ku dan sambil berkata “aku tidak ingin  kehilanganmu”
Umi  :”qo.....aku jadi bingung ya!!!!” ‘-^
Dan akhirnya Nayla pun menceritakan semuanya. Ternyata tanpa di sangka pada saat ku menceritakan tentang diriku,umipun menangngis hingga terisak-isak. Dan setelah kami berdua selesai bercerita kami langsung mencuci muka dan kembali kekelas.tanpa kami sadari bahwa ternyata bel istirahat sudah tiba.                                           Kami hari ini pulang memang agak cepat karena kami sudah selesai UAS. Dan kamipun langsung pulang kerumah masing-masing. 3 hari pun telah berlalu pada saat pengambilan raport tepatnya pada hari jumat aku dan teman-temanku sangat khawatir dengan pengumuman kejuaraan kelas dan akhirnya aku pun mendapatkan juara 3 dikelas ku. Namun kebahagiaanku akan berakhir hanya sampai disini karena pada saat hari minggu nanti aku akan berangkat ke jakarta dan meninggalkan kota ini untuk slama-lamanya.                 Setelah usai pengambilan raport aku langsung masuk ke mobil dan aku menyuruh papa untuk memberikan surat kepada Adam,Rasti,Rey,Umi dan Ria. Dan tidak lupa aku menyuruh papa untuk memberikan kenang-kenanganya yang sudah ku siapkan untuk mereka yaitu sebuah buku yang bersampul foto kami dan meminta nomor telfon mereka.                                                                              Saat jadwal keberangkatanku pun tiba dan ternyata badan ku agak sedikit demam mungkin karena aku sedikit depresi.( ‘-‘ ) Tapi mama dan papa tidak mengetahiu tentang diriku.setelah beberapa jam aku berada di atas pesawat akhirnya kamu pun telah tiba di jakarta.papa pun langsung memberi tahu bude ku yang berada di batam. dan setelah beberapa minggu aku tinggal di jakarta aku kangsung di masukan kesekolahan SD ya...... yang menurutku beda jauh banget dengan sekolahanku yang dulu.                                    Hari pertamakupun telah tiba aku duduk dikelas 3 SD akupun memperkenalkan namaku. Jadi jarang aku bermain dengan teman-teman sekelasku.                                                                          4 tahun pun telah ku jalni hidup dijakarta tapi ternyata hasilnya tidak ada yang berubah sama sekali. Dan sekarang akupun berniat untuk bisa berubah menjadi  anak yang bisa patuh dan berbakti kepada orang tua. Sekarang aku duduk dibangku smp kelas 7 SMP dan masa-masa di sinilah aku bisa merasakan kesihan,kegembiraan,kegagalan yang pernah ku alami.   Dan setelah hamper 1 tahun aku duduk dibangku SMP kelas 7,sebentar lagi aku akan naik kekelas 8. Dan saat aku kelas 8 nanti aku ingin tidak satu kelas dengan teman-teman pada saat aku kelas 8 ini. Tiba-tiba handpone aku berbunyi kring………kring…………kring…………(“aduh siapa sih yang menelfone ku mengganggu saja”) kataku.
Nayla  :”hallo,assalmualaikum!!!!”
        “maaf ini dengan siapa ya?????”
Rey  :” hallo juga.”  Ini aku Rey,Nayla gimana kabar kamu????”
Nayla  :”oh Rey,keadaanku baik-baik saja.”
        Setelah beberapa menit aku bercakap-cakap denganya tanpaku sadari Rey pun mengutarakan isi hatinya kepada ku.dan di situ juga aku merasa sangat kaget,sebab……… aku belum pernah pacaran sebelumnya  -_-                                                                         Aku pun mersa sangat malu dan hanya bisa menjawab dengan suara kecil” iya,aku mau jadi pacar kamu” dan mungkin ini baru saja terjadi 1 kali dalam hidupku wajar saja kalau aku sedikit malu-malu.   Sesaat saja aku baru menggeletakan handpone ku tiba-tiba ada seseorang yang menelfone ku ternyata itu Umi sahabat karibku.
Umi  :”hy….Nayla, gimana kabarmu????”
Nayla  :”hemm…… baik aja ko.
Setelah percakapan sekedar salam pembuka saja, aku menceritakan tentang kejadian tadi, dan tanpa ku sadari ternyata Umin langsung marah dan menutup telfonenya begitu saja.       Ternyata tanpa ku sadari Umi pun menyukai Rey. Aku benar-benar tidak  tahu. Dan aku pun menjelaskan kepada Umi bahwa aku tidak tahu bahwa dia menyukai Rey juga. Tapi aku harus bagaimana aku juga suka kepadanya. Yasudahlah akan kurelakan Rey menjadi milik sahabat ku. Aku ikhlas ,jika sahabatku bahagia aku pun akan merasakan kebahagiannya juga.tapi dia tidak mau mendengarkan penjelasan dari ku,malahan dia memutuskan persahabatan yang kami jalani selama hampir 6 tahun.               Dan sekarangpun tak ada lagi persahabatan antara kami.karena semua persahabatan kami hancur berantakan hanya karena cinta dan kesalah pahaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar