By: Erina N.L
Salam
kenal, namaku Angelina Tiffany Rusthon. Aku biasa di panggil Angel. Aku duduk
di kelas 8. Aku mempunyai cukup banyak teman di kelasku. Langsung saja ya, ceritanya..........
Pagi ini adalah
pagi yang sangat cerah bagiku. Aku langsung bangun dari tidurku dan langsung
membuka jendela yang ada di kamarku.
Aku : “
Udara pagi ini sangat sejuk sekali.” (Kataku sambil melihat matahari yang akan
terbit dari Ufuk Timur)
Tiba-tiba Mom masuk ke kamarku.....
Mom : “ Angel,
kenapa kamu diam saja di dekat jendela ?” (Tanya Mom)
Aku : “
Tidak Mom, aku hanya menghirup udara segar.” (Jawabku)
Mom : “ Ya
sudah, cepat sana mandi. Nanti kamu telat masuk sekolah. (Kata Mom)
Aku : “ Ya
Mom.” (Kataku sambil beranjak keluar dari kamarku)
Setelah
aku selesai mandi, berpakaian, dan sarapan. Aku segera pergi ke sekolah. Aku
biasanya pergi ke sekolah menggunakan bus. Setiap aku pergi ke sekolah, aku
selalu pergi bersama sahabat karibku yaitu Eliza. Aku biasanya pergi bersama
Eliza dan Maryane, tapi sekarang ini Maryane sedang berlibur ke Ceko.
Setelah
bel pulang sekolah berbunyi. Aku seperti biasa, pulang bersama sahabat karibku
yaitu Eliza. Hari ini Maryane akan pulang dari Ceko. Kuharap ia membawa tanda
tangan Artis yang bernama Carlina Chev yang terkenal di Ceko. Pada saat aku
sampai ke rumah, aku langsung melempar tas ku ke sofa dan merebahkan diriku ke
sofa. “ Hai.” (Sapa Kakakku Keyllie). “ Hai juga.” (Balasku dengan lemas).
Setelah
beberapa menit aku merebahkan diriku. Aku segera menuju ke kamar untuk ganti
baju. Setelah selesai ganti baju, aku langsung pergi keluar rumah untuk
menjemput Eliza. Jarak antara rumahku dan rumah Eliza hanya berjarak 10 rumah
dari rumahku.
Sesampainya
di rumah Eliza, aku langsung mengajak Eliza ke rumah Maryane. Kami berdua pergi
ke rumah Maryane menaikki metromini. Kami berhenti di sebuah rumah yang
dipenuhi bunga di halamannya yaitu rumah Maryane. Saat aku menekan bel rumah
Maryane, Maryane yang membukakan pintu
dan menyuruh kami berdua ke kamarnya. Kemudian, Maryane memberiku tas katun. “
Kok katun ?” (tanyaku). “ Kalau pakai plastik, aku yakin itu akan kau buang ke
tong sampah. Itu baru akan terurai 100 tahun lagi! Dan kalau pakai kertas,
selain gampang robek dan rusak, sama saja menebang pohon yang masih muda.”
(Jawab Maryane dengan panjang lebar). Sungguh pencinta lingkungan !
Aku
membuka tas katunku. Ada baju, sandal, rok, dan topi lebar. Tapi tunggu dulu,
ada sebuah kertas. Kulihat kertas itu, ternyata itu adalah tanda tangan Artis
Carlina Chev yang terkenal di Ceko.
“ Wah..... (Kataku sambil berdecak kagum) kau memberiku tanda tangannya
(Lanjutku).........
“ Ya, aku tidak akan melupakan
sahabatku. Kalian suka ?” (Tanya Maryane).
Aku tersenyum senang dan Eliza
mengangguk riang.
Pagi
ini adalah hari minggu, itu berarti sekolah libur. Aku mendengar ada suara
telefon berbunyi. Aku segera mengangkatnya. “ Angel, kita pergi ke pantai
yuk ?” (Ajak Maryane sambil berteriak). “ Aduh, Maryane pagi-pagi saja kau
sudah berteriak.” (Jawabku).
“ Maaf ya, kau mau ikut tidak ?” (Tanya Maryane). “ Ya sudah, memang sama siapa saja
? Dan naik apa ? Bukankah pantai agak jauh dari sini ?” (Tanyaku).
“ Kita ajak Eliza
dan teman-teman lainnya. Kita akan naik mobil pribadiku. Tenang, mobil
pribadiku ada 4 kok, cukup untuk mengajak 15 orang.” (Jawab Maryane).
“ Ya sudah, dah dulu ya ?” (Jawabku sambil mengakhiri telefon). Maryane itu orangnya sangat menyukai pantai.
Menurutnya, pantai adalah tempat paling eksotis. Dia bisa melakukan hal-hal di
pantai, seperti berenang, berjemur, dan lain-lain. Sebenarnya aku ga niat ikut
sih. Tapi, mau bagaimana lagi dia kan sahabatku !
Hari
demi hari berlalu. Aku sedang mengobrol bersama Maryane di kelas. Tiba-tiba
Eliza masuk ke kelas, wajahnya terlihat pucat hari ini. “ Kau kenapa ?” (Tanya
Maryane dengan singkat). “ Wajahmu terlihat pucat (Timpalku). “ Tidak ada apa-apa.”
(Jawab Eliza dengan tersenyum masam). “ Aku tahu, ada yang kamu sembunyikan kan
?” (Tanya Maryane tiba-tiba). “ Tidak. Istirahat nanti kalian bisa ke taman kan
? aku pasti ada disana.” (Jawab Eliza sambil beranjak pergi). “ Kenapa dengan
anak itu ?” (Tanya Maryane kepadaku), aku mengangkat bahu.
Setelah
bel istirahat berbunyi, aku dan Maryane langsung menuju ke taman. Sebenarnya
aku lapar sekali sih. Tapi tak apa, demi sahabatku apa sih ya nggak! Aku dan
Maryane langsung duduk di sebelah Eliza.
“ Eliza, sebenarnya apa yang terjadi ?” (Tanya Maryane). “ Apa kau tidak
mau berbagi cerita lagi dengan kami ?” (Tanyaku). “ Bukan begitu
teman-teman..... A...A-k...Aku divonis terkena kanker darah.” (Jawab Eliza
sambil terputus-putus dan menangis dengan terisak-isak). ”...”
“...” Kami bertiga kemudian terdiam. Aku dan Maryane, spontan langsung
memeluk Eliza. “ Kau tidak bercanda kan Eliza ?” (Tanyaku). “ Tidak. Kemarin
pada saat aku tes darah. Kata dokter, aku divonis terkena kanker darah.” (Kata
Eliza). “ Memangnya tidak ada obat untukmu sembuh ?” (Tanya Maryane). “ Tidak.
Kanker belum ada obatnya.” (Jawab Eliza).
Tiba-tiba
Eliza pingsan. Wajahnya terlihat pucat sekali hampir seputih kertas. Aku dan
Maryane langsung meminta bantuan kepada anak laki-laki untuk membawa Eliza ke
Rumah Sakit yang ada di- seberang sekolahku.
Sore
ini, aku dan Maryane akan menjenguk Eliza di Rumah Sakit. Sebelum kami
menjenguk Eliza, aku dan Maryane sepakat membelikan buah-buahan kesukaan Eliza,
yaitu buah apel, anggur, dan buah naga. “ Eliza di rawat di ruang 195
(Kata seorang perawat). Sesampainya di dalam ruangan Eliza. Aku langsung
memanggilnya. Eliza pun langsung tersenyum senang. “ Kelihatannya kau sudah
mulai membaik. Nih, kami membelikan buah-buahan untukmu.” (kataku sambil memberikan
buah-buahannya ke Eliza). “ Ya. Terima kasih ya Angel, Maryane.” (Kata Eliza
dengan lemas) Oh ya, Ibu pergi kemana ?” (Timpal Eliza sambil menyapukan
pandangannya). “ Oh... Ibumu tadi keluar bersama seorang Dokter. Doktermu bukan
?” (Tanya Maryane). “ Ya, wah ada apa nih ?” (Kata Eliza cemas). “ Tenang,
semuanya pasti akan baik-baik saja.” (Jawabku sambil mengupaskan buah apel
untuk Eliza). Setelah kami berbicara cukup lama. Tak terasa jam besuk sudah
berakhir pukul empat sore. Aku dan Maryane segera pulang.
Pagi ini,
perasaanku agak kurang enak. Mungkin karena Eliza berada di Rumah Sakit,
sementara aku dan Maryane bisa bersenang-senang di sekolah. Aku sedang duduk di
kelas dan masih memikirkan tentang Eliza. “ Hey..... melamun saja kau ini.
Memangnya ada apa ?” (Tanya Alexandra). “ Kemarin Eliza pingsan di taman.”
(Jawabku). “ Siapa
bilang ?” (Jawab seseorang di belakang pintu). “ Eliza.” (Kataku sambil tak
percaya). “ Kenapa kau masuk sekolah ?” (Tanya Maryane dengan cemas). “ Aku tidak
apa-apa kok. Kata Dokter aku sudah boleh masuk sekolah. Sudahlah, tidak perlu
mencemaskanku.” (Ucap Eliza). “ Wajahnya terlihat lebih pucat daripada
kemarin.” (Gumamku).
Pada
saat jam pelajaran, Mr.Mark menyuruhku untuk duduk dengan Eliza. Padahal aku
duduk dengan Tania, sedangkan Eliza duduk dengan Alexandra. Selama jam
pelajaran, Eliza seperti orang yang habis mabuk, kadang tertidur, dan memegangi
kepalanya (Mungkin ia sakit kepala).
“
Aku ingin ke taman.” (Pinta Eliza kepadaku dan Maryane). “ Eliza, minum obatmu dulu.”
(Kataku sambil berteriak di koridor dekat taman). Setelah Eliza meminum
obatnya, ia langsung berlari menuju taman. Aku dan Maryane langsung menyusul
Eliza. Hujan turun berintik-rintik, gerimis! “ Eliza, sudahlah nanti kamu
semakin sakit! (Ucapku). “ Tidak. Ayolah semuanya, keluarlah dan bermainlah.”
(Teriak Eliza). Entah kenapa awalnya anak kelas 7 yang bermain, akhirnya anak
kelas 9 pun ikut bermain di bawah kubangan air. “ Kenapa Pak Kepala
Sekolah tidak melarangnya ya ? Terutama Mr.Harold.” (Pikirku dalam hati). Aku
dan Maryane harus memegangi Eliza. “ Kurasa, langit menangis.” (Gumamku).
Tiba-tiba
Eliza pingsan lalu muntah. Bukan muntah biasa, tapi muntah darah! “ Eliza sudah
kubilang kan. Eliza bertahanlah!” (Kataku sambil menengok ke kanan dan ke kiri).
Tau tidak, orang-orang yang sedang bermain langsung mengerubungiku, Maryane dan
Eliza. “ Sudahlah Angel, aku senang
melakukan hal-hal yang aku sukai. Aku ingin memanfaatkan sisa hidupku untuk
membuat orang lain senang.” (Kata Eliza dengan suara parau).
*Seperti kupu-kupu yang indah di
pagi hari
*Mereka terbang dengan sayapnya yang indah juga terlihat kuat *Tapi
tahukah kamu ?
*Mereka akan meninggalkan sayapnya begitu saja
*Keindahan
yang sementara bukan ?
Kataku sambil membacakan isi bait
pertama puisiku. “ Aku senang sekali mempunyai sahabat yang baik sekali seperti
kalian, Angel, Maryane.” (Ucap Eliza dengan kata-kata terakhirnya). Dan Eliza
pun akhirnya tersenyum dan menutup mata untuk selamanya. Akhirnya Eliza pun di
bawa ke Rumah Sakit. Aku dan Maryane sudah tidak tahan lagi melihatnya.
Ibu Eliza
datang dengan tergopoh-gopoh. Mukanya sudah merah (mungkin menahan sedih). Aku,
Maryane, Tania, dan Alexandra hanya menunggu di luar ruangan Eliza. Beberapa
menit kemudian, Dokternya Eliza keluar dengan kepala tertunduk. “ Sabar ya...”
(Kata dokter). “ Maksud Dokter apa ?” (Tanya
Maryane). “Dia meninggal.” (Kata Dokter dengan menahan sedih). “ Aku, Maryane,
Tania, dan Alexandra langsung masuk ke dalam ruangan Eliza. Aku seperti di
film-film, tetapi ini terjadi pada sahabatku sendiri. Keluarga Eliza
mengerubungi Eliza. Aku mendengar kakaknya, yaitu Missy. Dia menangis dan mengatakan,
“ Dasar penyakitan!” Tapi aku yakin, itu tanda kesedihannya. Karena Missy nggak
bisa menghadapi kenyataan kalau adiknya sakit separah itu.
Aku dan
Maryane menangis tiada henti. Akhirnya, kami di pulangkan lebih awal. Kami
tidak bisa datang ke pemakaman Eliza, karena Eliza akan di makamkan di kampung
halamannya yaitu di- Belanda.
Setelah
beberapa hari Eliza berpulang (Meninggal dunia). Pada saat liburan panjang, aku
dan Maryane akan berkunjung ke- pemakaman Eliza yaitu di Belanda. Sesampainya
di Pemakaman Eliza, Kami hanya dapat mendo’akan Eliza, “ Semoga kau tenang di
alam sana, kami akan slalu mengenangmu sepanjang hidup kami. Kami sangat senang
memiliki sahabat yang baik sepertimu, Eliza.” (Ucapku dan Maryane sambil
menangis). Setelah kami berdo’a cukup lama, kami akan meninggalkan pemakaman
Eliza. Sebelum kami beranjak dari pemakaman Eliza, Kami berkata “ Kau sahabat
yang tidak akan pernah kami lupakan.” (Ucap kami secara bersamaan dan segera
pergi meninggalkan pemakaman Eliza).
^ SELESAI
^
Play Casino | Ghana | GoyangFC
BalasHapusPlay online 피망포커머니상 casino games in Ghana. Experience world class gambling at Goyang, Ghana. Try your luck on 페이 백 먹튀 top promotions 라이트닝 바카라 and find 넷마블 토토 사이트 a top gaming site 블랙 잭 전략