4/11/2012

menggapai cita-cita -cerpen


By: alfin G
Petang itu matahari bersinar sama dengan wajah Udin yang sedikit-sedikit tersenyum namun wajah Kholid, Sahabatnya, cemberut dan merenung. Kedua anak itu sedang bercakap-cakap di sebuah pohon beringin yang amat sejuk. Daum dan ranting yang rindang menaungi mereka dari panas terik matahari petang. Dengan angin sepoi-sepoi yang begitu sejuk.
“Kamu amat beruntung, Din. Orangtuamu sudah melunaskan bayaran sekolah, sehingga dapat melaksanakan UN minggu depan. Sedangkan Ibuku, belum dapat melunaskan bayaran spp sekolah. Sehingga, aku tidak dapat melaksanakan ujian UN minggu depan.” Kata Kholid dengan suara serak-serak basah dengan perasaan yang sedih.
“Sabar,Lid! Suatu waktu Ibumu akan mendapatkan rezeki, untuk membayarnya. Kan, bayaran sekolah paling lambat enam hari mendatang. kamu juga bisa mencari uang untuk membatu keadaan Ibumu sekarang! Dengan cara, bekerja di warung Bu Dedeh dan menyemir sepatu! Tak ada yang perlu di khawatirkan !” hibur Udnin.” Ingat, segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu susah dan ada waktu senang !”
 “Ya, aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu. Karen saranmu, aku berani berjuang untuk mencari nafkah demi mendapatkan uang untuk keluargaku. Aku tidak merasakan malu mengerjakan apapun, asalkan halal,”tanggap Kholid.” Aku ingin sekali seperti orang- orang kota. Mereka semua itu sukses,cerdas,harta berlimpah,memiliki jabatan yang tinggi,mempunyai pangkat sarjana, dan lain-lain. Aku juga ingin cita-cita ku tergapai. Karena aku mau merubah semua nasib dan kehidupanku ini.” Kata Kholid dengan nada yang rendah disertai basahnya pipi akibat jatuhnya air mata.
“Kamu tentu bisa seperti mereka Lid. Kamu kan anaknya cerdas,aktif dan rajin. Aku percaya kok Lid, Nasibmu akan beruntung dikelak nanti jiga kamu mau berusaha dengan semaksimal mungkin. Dan tidak akan seperti sekarang.” puji Udin dengan suara yang tegap.
“Terima kasih ya,Din. Kamu mau menemaniku apa adanya.”jawab Kholid dengan nada yang rendah.” Terima kasih juga ya, atas saranmu Din. Jadi aku bisa mulai percaya diri deh.”
“Iya Lid, sama-sama. Pertemanan seseorang itu tidak dilihat dari segi fisiknya,hartanya dan lain-lain. Aku ingin persahabatan kita seperti lingkaran, tidak ada garis akhir yang memungkinkan kita akan berpisah.” Seru Udin dengan nada yang semakin turun.” Lid, kamu harus berjuang untuk mengubah nasib sekarang ya! Kamu harus bersikap optimis dan dilarang bersikap pesimis!”
“Iya Din, aku akan mencobanya dan berjuang secara maksimal mungkin! Sekali lagi aku minta terima kasih ya atas saran dan kepedulianmu.” Kata Kholid dengan suara yang tegap dan nada yang semakin tinggi.
 “Hehe iya, Lid. Sama-sama. Sepertinya sudah sore nih,kita pulang yuk!” pinta Udin.
Kholid menuruti. Kedua anak itu pulang sambil bercanda ria dan suara tertawa mereka yang menghiasi kesepian di sepanjang jalan. Empat hari kemudian kholid mendengar kabar berita baik,Ibunnya sudah mendapat uang. Dan uang itu cukup untuk melunasi bayaran spp sekolah Kholid. Setelah mendengar itu,Kholid pun bahagia. Ia berjanji untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan ingin menggapai cita-cita setinggi mungkin.
Waktu menjelang UN pun tiba,UN inilah yang akan menentukan siswa ya lulus atau tidak. Kholid pun sudah memantapkan belajarnya,mematangkan pikirannya untuk mengerjakan soal-soal UN dan di iringi oleh doa-doa. Waktu demi waktu berjalan, waktu pengumuman kelulusan pun telah tiba. Dan tercatatlah daftar nama-nama siswa yang lulus. Setelah mendengar kabar itu, Kholid dan Udin pun langsung menyambarnya dengan perasaan yang amat senang. Lalu mereka berdua bersorak-sorak menuju papan pengumuman. Setelah melihat papan pengumuman,ternyata Kholid lulus dengan urutan pertama, dan memperoleh IP sebesar empat koma nol. Ia amat bahagia dan tersanjung oleh kabar baik itu. Dan akhirnya ia dipanggil oleh universitas ternama dan mendapatkan beasiswa untuk berkuliah. Setelah berakhir kuliah, ia pun menjadi orang cerdas dan seringkali dipanggil oleh perusahaan-perusahaan terbesar dan ternama.
Akhirnya ia bisa mendapatkan gelar sarjana,menjadi orang sukses,dan lain-lain. Permintaan dan doa Kholid di dengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Yang akhirnya ia hidup dengan berkecukupan,nasib yang baik dan hidup dengan bahagia dan tentram.

                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar