By: alfin G
Petang
itu matahari bersinar sama dengan wajah Udin yang sedikit-sedikit tersenyum
namun wajah Kholid, Sahabatnya, cemberut dan merenung. Kedua anak itu sedang
bercakap-cakap di sebuah pohon beringin yang amat sejuk. Daum dan ranting yang
rindang menaungi mereka dari panas terik matahari petang. Dengan angin
sepoi-sepoi yang begitu sejuk.
“Kamu
amat beruntung, Din. Orangtuamu sudah melunaskan bayaran sekolah, sehingga
dapat melaksanakan UN minggu depan. Sedangkan Ibuku, belum dapat melunaskan
bayaran spp sekolah. Sehingga, aku tidak dapat melaksanakan ujian UN minggu
depan.” Kata Kholid dengan suara serak-serak basah dengan perasaan yang sedih.
“Sabar,Lid!
Suatu waktu Ibumu akan mendapatkan rezeki, untuk membayarnya. Kan, bayaran
sekolah paling lambat enam hari mendatang. kamu juga bisa mencari uang untuk
membatu keadaan Ibumu sekarang! Dengan cara, bekerja di warung Bu Dedeh dan
menyemir sepatu! Tak ada yang perlu di khawatirkan !” hibur Udnin.” Ingat, segala
sesuatu ada waktunya. Ada waktu susah dan ada waktu senang !”
“Ya, aku sangat beruntung memiliki sahabat
sepertimu. Karen saranmu, aku berani berjuang untuk mencari nafkah demi
mendapatkan uang untuk keluargaku. Aku tidak merasakan malu mengerjakan apapun,
asalkan halal,”tanggap Kholid.” Aku ingin sekali seperti orang- orang kota.
Mereka semua itu sukses,cerdas,harta berlimpah,memiliki jabatan yang
tinggi,mempunyai pangkat sarjana, dan lain-lain. Aku juga ingin cita-cita ku
tergapai. Karena aku mau merubah semua nasib dan kehidupanku ini.” Kata Kholid
dengan nada yang rendah disertai basahnya pipi akibat jatuhnya air mata.
“Kamu
tentu bisa seperti mereka Lid. Kamu kan anaknya cerdas,aktif dan rajin. Aku
percaya kok Lid, Nasibmu akan beruntung dikelak nanti jiga kamu mau berusaha
dengan semaksimal mungkin. Dan tidak akan seperti sekarang.” puji Udin dengan
suara yang tegap.
“Terima
kasih ya,Din. Kamu mau menemaniku apa adanya.”jawab Kholid dengan nada yang
rendah.” Terima kasih juga ya, atas saranmu Din. Jadi aku bisa mulai percaya
diri deh.”
“Iya Lid,
sama-sama. Pertemanan seseorang itu tidak dilihat dari segi fisiknya,hartanya
dan lain-lain. Aku ingin persahabatan kita seperti lingkaran, tidak ada garis
akhir yang memungkinkan kita akan berpisah.” Seru Udin dengan nada yang semakin
turun.” Lid, kamu harus berjuang untuk mengubah nasib sekarang ya! Kamu harus
bersikap optimis dan dilarang bersikap pesimis!”
“Iya Din,
aku akan mencobanya dan berjuang secara maksimal mungkin! Sekali lagi aku minta
terima kasih ya atas saran dan kepedulianmu.” Kata Kholid dengan suara yang
tegap dan nada yang semakin tinggi.
“Hehe iya, Lid. Sama-sama. Sepertinya sudah
sore nih,kita pulang yuk!” pinta Udin.
Kholid
menuruti. Kedua anak itu pulang sambil bercanda ria dan suara tertawa mereka
yang menghiasi kesepian di sepanjang jalan. Empat hari kemudian kholid
mendengar kabar berita baik,Ibunnya sudah mendapat uang. Dan uang itu cukup
untuk melunasi bayaran spp sekolah Kholid. Setelah mendengar itu,Kholid pun
bahagia. Ia berjanji untuk bersungguh-sungguh dalam belajar dan ingin menggapai
cita-cita setinggi mungkin.
Waktu
menjelang UN pun tiba,UN inilah yang akan menentukan siswa ya lulus atau tidak.
Kholid pun sudah memantapkan belajarnya,mematangkan pikirannya untuk mengerjakan
soal-soal UN dan di iringi oleh doa-doa. Waktu demi waktu berjalan, waktu
pengumuman kelulusan pun telah tiba. Dan tercatatlah daftar nama-nama siswa
yang lulus. Setelah mendengar kabar itu, Kholid dan Udin pun langsung
menyambarnya dengan perasaan yang amat senang. Lalu mereka berdua bersorak-sorak
menuju papan pengumuman. Setelah melihat papan pengumuman,ternyata Kholid lulus
dengan urutan pertama, dan memperoleh IP sebesar empat koma nol. Ia amat
bahagia dan tersanjung oleh kabar baik itu. Dan akhirnya ia dipanggil oleh
universitas ternama dan mendapatkan beasiswa untuk berkuliah. Setelah berakhir
kuliah, ia pun menjadi orang cerdas dan seringkali dipanggil oleh
perusahaan-perusahaan terbesar dan ternama.
Akhirnya
ia bisa mendapatkan gelar sarjana,menjadi orang sukses,dan lain-lain.
Permintaan dan doa Kholid di dengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. Yang
akhirnya ia hidup dengan berkecukupan,nasib yang baik dan hidup dengan bahagia
dan tentram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar