4/11/2012

senyuman terakhir

by: sahirani A

images (1).jpgNamaku Sherrly, pagi ini terasa indah, mentari pagi menyambutku dan sahabat kecilku dengan sinar yang membuat hariku terasa lebih bersemangat. Aku menggandeng sahabatku yang bernama Syifa, untuk berangkat ke sekolah.


Syifa adalah sahabatku sejak TK. Dia sangat baik hati dan cantik, dia selalu tersenyum , karena dia anak yang sangat ceria. Sejak TK hingga SMP, aku selalu berangkat sekolah bersama, kebetulan rumahku dengannya tidak terlalu jauh. Biasanya dia menjemputku di depan rumah dan biasanya aku berjalan kaki.
        Aku bersekolah di SMPN 1 Pahlawan Bangsa. Sekolahku tidak terlalu jauh dari rumah. Aku senang dan nyaman bersekolah di sana.Aku duduk di bangku kelas VII SMP, sama seperti Syifa sahabatku , namun aku dan dia berbeda kelas. Aku sering ke kantin bersama dengannya.
        Aku dan dia memiliki kesamaan yang sama yaitu, jika ke kantin aku dan dia sangat suka membeli nasi goreng dengan di tambah 1 butir telur yang dimasak setengah matang. Aku dan dia juga sangat suka membeli es teh manis.
        Walaupun aku dan Syifa sangat senang bermain bersama, namun aku juga tidak pilih-pilih teman, aku juga senang bermain dengan yang lain. Syifa itu anaknya sangat jahil dan ceria, walaupun dia jahil justru malah itu yang aku suka darinya.
        Sebulan kemudian sekolah mengadakan study tour ke Bandung aku sangat senang sekali. dan 5 hari sebelum tour aku bertanya pada Syifa. “Syif, 5 hari lagi kitakan study tour,kamu pasti ikut kan?” tanyaku.  “Pasti dong Sher, tapi insyaallah ya aku tidak janji looh, kamu juga ikut kan?” jawab Syifa sambil tersenyum. “Ya, pasti dong..!” jawab Sherrly dengan semangat.
        Sehari sebelum tour aku sempatkan untuk datang ke rumah Syifa, karena aku ingin mengajaknya pergi ke sebuah mini market untuk membeli makanan-makanan ringan dan ingin membeli perlengkapan yang diperintahkan oleh wali kelas kami.
        Akupun langsung menuju rumahnya. Rumah dengan model minimalis itu terlihat sangat sepi. Perlahan aku menekan bel yang berada di depan pintu, tetapi tak ada orang rumahnya yang membukakan pintu untukku. Ku coba lagi dengan mengetuk pintu rumahnya, tidak beberapa lama seorang nenek tua membukakan pintu untukku.
        Aku terkejut, karena sebelumnya aku belum pernah melihat nenek tua tersebut. Perlahan ku coba berbicara kepada beliau. “Assalamu’alaikum nek, saya Sherrly sahabat dari Syifa, Syifanya ada di rumah tidak?” tanya Sherrly gugup. “Begini nak, kemarin malam Syifa masuk rumah sakit , karena ia pingsan di kamar tidurnya.” jawab nenek tersebut.  “Innalillahi, kasihan sekali dia , kalau boleh tau nenek ini siapa ? neneknya Syifa ya?” Sherrly menjawab dengan wajah sedih. “Iya,kemarin nenek langsung kesini karena khawatir dan takut terjadi apa-apa.” jawab nenek tersebut.  “Ohhh, begitu nek, kalau boleh tau di Rumah Sakit mana dan dikamar no. berapa ?”tanya Sherrly. “di Rumah Sakit Harapan Keluarga, dikamar no. 203 di lantai 2”. Jawabnya. “Terimakasih ya nek, atas informasinya saya ingin menjenguk Syifa dahulu,Assalamu’alaikum.” sambung  Sherrly. “Wa’alaikumsalam” jawab nenek tersebut.
        Dengan segera ku menuju rumah untuk diantar oleh orangtuaku ke rumah sakit tersebut,karena rumah sakit tersebut cukup jauh,tidak bisa  ditempuh dengan berjalan kaki. Sepanjang perjalanan hatiku sangat gundah, aku memiliki firasat yang tidak enak dengan keadaan Syifa. Tapi aku terus berdoa.
images (3).jpg        Sesampainya di sana aku berlari-lari dengan keadaan yang sangat cemas. Akhirnya aku menemukan kamarnya. di luar ruangan orang tua Syifa sedang duduk dengan keadaan cemas sambil memanjatkan doa. Lalu ku coba mendekat dan bertanya. “Tante, bagaimana keadaan Syifa,dia sakit apa? tanya Sherrly. “Keadaanya keritis dia mengidap penyakit kanker otak.” jawab Mamah Syifa. dengan air mata yang menetes di pipi ,aku menjawab, “ Tante serius? Ya Allah padahal sebelumnya ia terlihat sehat dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan ia memiliki penyakit tersebut!”. ” Tante juga tidak percaya, karena sebelumnya Syifa sangat terlihat sehat, mungkin dia keturunan dari kakeknya, tante sangat sedih, tante tidak bisa melihat dia menangis karena dia anak yang sangat ceria.” jelas mamah Syifa.
       
Lalu ku meminta izin untuk masuk ke dalam kamar rawatnya, ku pegang tangannya yang halus, ku terus panjatkan doa untuk kesembuhannya. Aku ingin melihatnya tersenyum kembali, bermain bersamaku kembali. Banyak kejadian yang tak bisa kulupakan dengannya.
        Dia adalah sosok yang sangat dermawan,sabar,dia selalu mengerti saat aku sedang marah,pasti dia selalu menenangkan ku dengan senyuman dan nasihat-nasihat bijaksananya yang membuatku lebih mengerti arti hidup dan membuat hatiku tenang. Walaupun dia sosok yang jahil tapi sebenarnya dia sosok yang bijaksana. Dia selalu membuat hidupku terasa lebih sempurna dan dia juga yang membuat sikapku menjadi lebih baik.
        Keesokan harinya aku memutuskan untuk tidak mengikuti study tour, karena ku tak ingin aku berbahagia , sementara Syifa sedang terbaring lemas di rumah sakit. Lagi pula kebahagiaanku tidak akan terasa sempurna tanpa kehadiran Syifa.
        Jam menunjukkan pukul 08:00 pagi, seharusnya sekarang aku sedang berangkat study tour, namun aku lebih memilih menjaga Syifa di rumah sakit, lagi pula orangtuanya sedang capek ,sejak kemarin menjaga Syifa jadi belum sempat istirahat.                             
images (2).jpg        Saat aku menjaganya tangannya merespond dan aku segera memanggil orangtuanya dan dokter. Tiba – tiba dia mencoba berkata dan tersenyum  saat melihatku. “Sher,aaa..ku.. saya..nk.. kamu.. ingat aaa..ku ingaa..t akuu..” ucap Syifa dengan terbata-bata.  “Pasti Fa, aku juga sangat sayang denganmu, tolong jangan tinggalkan aku!” jawabku dengan perasaan haru dan sedih. Tidak beberapa lama keadaanya semakin memburuk dan dokter menyatakan dia telah tiada. dan saat itu adalah senyuman terakhir yang ku lihat dari bibir manisnya  , aku sangat sedih dan merasa kehilangan sahabat yang sejak kecil ku kenal, Namun aku harus mengikhlaskan semua yang telah tiada, aku berdoa semoga seluruh amal ibadahnya di terima di sisi Tuhan YME dan keluarganya diberikan kesabaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar