4/11/2012

Wanita Berhati Mulia

by: Ichwanul F


Pada saat matahari ingin terbenam aku berjalan untuk pulang kerumah. Kulihat ada seorang anak duduk di atas trotoar dan bersandar di tiang listrik dengan baju yang kumal.
Tiba- tiba ada mobil yang berhenti di trotoar itu dan keluarlah seorang wanita berkerudung lalu berkata pada anak yang sedang di pinggir trotoar, “Adik lapar ?” Lalu anak itu menjawab, ”Iya ka “ .
Lalu wanita itu kembali ke mobilnya untuk mengambil nasi bungkus yang baru di belinya di warung makan dekat dari situ. Lalu wanita itu keluar kembali dari mobilnya dan berkata kepada anak itu, ” Ini buat ade makanan .“ Lalu anak itu menjawab, “ Terimakasih kak .“ Lalu wanita itu menjawab, “Sama-sama .“ Dan ia langsung masuk kedalam mobilnya.
Keesokan harinya aku sedang berjalan ingin menuju ke sekolah. Aku melihat nenek tua yang rentan ingin menyebrang. Tiba-tiba aku melihat mobil mobil yang berhenti dekat nenek itu dengan plat nomor B 1052 FFK.
Lalu dalam hatiku aku berkata, ” Bukan itu mobil yang kemarin menolong anak yang berada di pinggir jalan”. Lalu keluar seorang wanita yang berkerudung.    
        Dalam hatiku aku berkata kembali, “Bukan itu wanita yang kemarin yang menolong anak yang berada di pinggir jalan”. Lalu wanita itu menghampiri nenek yang berada dipinggir jalan lalu wanita itu berkata, “Nenek mau menyebrang ? “ Lalu nenek itu menjawab, ” Iya nak” Lalu wanita itu berkata,” Ayo nek saya bantu menyebrang .”
        Lalu wanita memegang tangan nenek itu dan menyebrangi nenek itu lalu nenek itu berkata, “ Terimakasih ya nak .“ Lalu wanita itu menjawab, “ Sama – sama nek ”. Lalu wanita itu langsung kembali ke mobilnya.
        Keesokan harinya kira – kira jam 05.00 sore saat aku sedang bermain bola di lapangan tiba tiba ada mobil yang berhenti dengan   plat nomor yang sama seperti kemarin pagi. Lalu keluar seorang wanita berkerudung lalu aku berkata di dalam hatiku “ Sudah tiga kali aku bertemu dengan wanita itu ” .
       Ia mulai berjalan menuju kearah tempat sampah yang berada di depan lapangan. Aku bertanya pada diri ku, “Apakah wanita itu mau mengambil sampah atau menolong hewan? “ Wanita itu ternyata mengambil anak kucing yang kurus dan dengan bulu yang kusut. Lalu diselimutinya anak kucing itu dengan sapu tangannya.
        Karena aku penasaran aku pun memanggil wanita itu, “ Kak, kak kesini. “ Lalu wanita itu menghampiriku dan berkata, “ Ada apa dik memanggil kakak ? “ Lalu aku menjawab, “ Mengapa kakak suka sekali menolong orang lain ? “.
        Lalu wanita itu menjawab, “Oh itu, jadi begini kakak pada umur 15 tahun ayah kakak meninggal jadi sejak saat itu kakak berjuang untuk melanjutkan sekolah semua cara kakak tempuh seperti jualan kue setelah pulang sekolah, menjual mangga pada musim mangga. Pada kelas satu sma kakak bertekad kalau kakak sukses kakak ingin menolong orang lain . ”
        Lalu aku bertanya lagi, “ Kakak berkerja menjadi apa? “ Lalu kakak itu menjawab dengan suara yang pelan, “Direktur” Lalu kakak itu, “ Bertanya adik namanya siapa? ” Lalu aku menjawab, ” Nama saya Fajri kakak, kalau nama kakak siapa? “ Lalu kakak itu menjawab, “ Zahra, sudah ya dik kakak sudah di tunggu sama sopir kakak Assalammualaikum “. Lalu aku menjawab, “ Waalaikumsalam “.
        Lalu aku pulang kerumah. Sambil berkata di dalam hatiku “ Subhanaallah, betapa mulianya hati wanita itu ”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar