by: Tri A
Aku dan Fika sudah bersahabat sangat lama sekali,
mengisi kehampaan didalam hati. Sedih senang dia yang selalu ada disisiku,
sekian lama aku bersamanya aku merasa kasih sayang seorang sahabat entah sampai
kapan persahabatan berakhir tapi aku tidak ingin persahabatanku dengannya
berakhir.
-Sekolah-
Siska :’’ na,na,na..’’
Fika :’’ Cie, Siska seneng banget sih! Ada apa
sih?’’ tanyanya terhadapku
Siska:’’
Papaku mengajakku liburan ke Bali, kamu ikut ya?’’ ajakku
Fika :’’ ah, engga. Aku lagi tidak enak badan!
Siska, siska..’’ jawabnya menolak dan ia memanggilku dengan gugup
Siska :’’ Apaan? Pagi-pagi udah gugup aja.’’
Fika :’’ ada anak baru , nanti dia akan sekelas
sama kita! Cowok lho..’’
Siska :’’ Siapa? Aku tidak memperdulikannya!’’
Fika :’’ gak peduli sih gak peduli ! naksir aja
nanti, haha’’ ledeknya sambil tertawa
Kring.. kring
-Bel
berbunyi-
Bel pun menunjukan sudah waktu sudah
waktu masuk belajar, guru tiba dengan seorang cowok! Tetapi ia terasa sangat
asing sekali , aku belum pernah melihat dirinya. Siapakah gerangan?
Bu
Nuri:’’ Murid-murid, kita punya siswa baru! Silahkan memperkenalkan namamu.’’
Siswa
baru:’’ Selamat pagi, nama saya Raditya Stevano. Saya pindahan dari sekolah
SMAN 08 Bandung, harap kebijakan dari kalian’’
Setelah memperkenalkan dirinya, pelajaran dimulai.
Aku sedikit terganggu dengan mukanya , cowok yang tampan duduk disebalahku.
sesekali bertatap mata dengannya terasa jantung ini sudah berdegup sangat
kencang.
Raditya:’’
Raditya..’’ dia mengulurkan tangannya padaku
Siska:’’
Siska’’ aku tersenyum padanya
Di dalam hatiku bertanya-tanya, apakah
aku suka dirinya? Ah tidak mungkin, Dia sangat tampan banyak siswa yang
menyukainya aku tidak mungkin salah satu dari mereka. Setelah waktu istirahat
aku mencari dirinya ternyata ia sedang duduk memakan bakso di kantin.
Siska:’’
hei, ganggu?’’
Raditya:’’hei,
tidak kok. Mau makan bakso?’’
Siska:’’
emm, boleh deh. Aku juga lapar’’ jawabku tertawa
Fika :’’ Ciee, yang baru kenal udah makan bakso
berdua aja nih!’’ ledeknya tertawa
Siska :’’ Fika , apaan sih. haha’’
Kami bertiga pun tertawa terbahak-bahak,
setiba ku dirumah aku terus memikirkannya. 5 bulan berlalu dengan
candaan-candaan kami , eitss kami bukan hanya aku dan Fika tetapi dengan
Raditya, hubungan kami pun semakin dekat dan Fika sudah mengetahui kalau aku
menyukainya.
Handphone
bergetar
Sebuah pesan text masuk dihandphone-ku
bertuliskan ‘’Caffe jam 15.30 dari-raditya’’ aku langsung berangkat ke Caffe
tersebut. Aku mempercepat langkahku, akhirnya aku menemukan dirinya di meja
nomor 23 sedang duduk dengan secangkir cappucino.
Siska:’’
Hei, ada apa?’’
Raditya:’’
Mau capuccino?’’
Siska:’’
hemmh’’ jawab-ku mengangguk
Raditya:’’
Siska, aku suka sama kamu.kamu mau jadi pacarku?’’
Siska:’’
Haha..’’ aku tertawa karena candaannya
Raditya:’’
Kali ini aku serius Siska’’ serunya menghentikan tawa-ku
Siska:’’
yaudah iya, aku juga suka sama kamu ‘’ aku tersenyum padanya
Raditya:’’
Jadi? ‘’
Siska:’’
Menurut kamu?’’ tanyaku balik
Raditya:’’
Yess, yeay! ‘’ teriaknya hingga semua orang melihatnya
Siska:’’
heh, udah. Di liatin semua orang’’ ledek-ku
-Di
rumah-
‘’Aku jadian? Ah, kenapa aku langsung
menerimanya!!’ teriakku didalam kamar.
-Di
sekolah-
Fika :’’ Hah? Jadian? Selamat ya..’’ jawabnya lemas
Siska:’’
Kenapa Fika? Kok melemas gitu, sakit ya?’’
Fika :’’ Oh,Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja’’
jawabnya meyakinkanku
2bulan aku bersama raditya tetapi dimana
Fika? Kemana dia? Aku sangat khuwatir terhadapnya. Sampai suatu saat aku
melihat Fika dengan Raditya sedang berbicara secara pribadi. Ada hubungan apa
mereka? Mengapa dia tega kepadaku? Aku sudah bersahabat sangat lama dengan Fika
tetapi mengapa dia seperti itu terhadapku. Aku hanya pergi dengan sangat lemas
dan marah.
-Sekolah-
Raditya:’’
Heh! Bengong aja..’’ ucapnya mencubit pipiku
Siska:’’
Jujur ya, kemarin kemana? Diam-diam ada hubungan sama Fika!’’ seruku menyapu
padanganku terhadapnya
Raditya:’’
Dengarkan dulu! Kemarin itu hanya..’’
Siska:’’
Tidak butuh! Kemana Fika? Apakah dia mengindar dariku? ‘’
Aku menelpon Fika yang telah diam-diam
mempunyai hubungan dengan Raditya..
Siska
menelpon Fika
Siska:’’
Heh, aku sekarang tau! Ternyata kamu diam-diam menusuku! Kamu mempunyai
hubungan dengan raditya , cukup tau dan tidak mau tau lagi. Perhabatan kita
putus!
Fika :’’ Siska kamu salahpaham...’’ aku mematikan
telpon-ku
1bulan berlalu tanpa Fika, ternyata wali
kelas kami memberitahu kami bahwa Fika meninggal.. ‘’Hah? Apa? Apakah semua ini
salah ku?‘’ Seruku dalam hati
Raditya:’’
kamu mau tahu apa yang aku bicarakan sebulan yang lalu aku bersama Fika?’’
tanyanya, dan aku mengangguk
Raditya:’’ dia menyuruhku untuk menjaga kamu ,
tidak membuatmu menangis, tidak membuatmu kecawa, membahagiakan kamu, untuk
menggantikan diri Fika sebagai sahabatmu yang tak lama lagi Tiada. Dia
mempunyai penyakit Leukimia’’ aku menangis mendengar perkataan raditya, mengapa
aku terlalu egois dan tidak mendengar penjelasan dari Fika?
Leukimia.. Leukimia.. perkataan itu
masih terdengung di telingaku. Aku hanya berdiam seperti patung , dan menyesali
apa yang telah aku lakukan kepada Fika. Jam pelajaran berakhir, aku mempercepat
langkahku kerumah Fika. Rumah dipenuhi banyak bunga dan bendera kuning. Aku
terjatuh menangis didepan rumahnya , tangisanku semakin keras. Raditya
melihatku sedang menangis dan menyuruhku berdiri. Aku memasuki rumah Fika dan
Bi Retno memberi-ku pesan text untukku dari Fika “Hidup bahagia disana, makasih
udah jadi sahabatku selama ini. Aku mungkin disana sangat tenang, I love you
dear.’’ Tetesan air mati semakin deras mengalir hanya bisa menyesali semuanya.
Aku sekarang hidup tanpa Fika dan aku
mencoba yang terbaik. jika ada kesalahpahaman, aku mencoba untuk
mendengarkannya. Itu semua pelajaran untukku, sekarang aku hidup berbahagia
dengan raditya tanpa Fika walau sedikit sedih tanpanya tetapi Fika akan selalu
ada dihatiku yang akan menjadi sahabat terindah seumur hidupku..
-THE END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar