4/11/2012

Kesalahpahaman yang fatal


by: Tri A
Aku dan Fika sudah bersahabat sangat lama sekali, mengisi kehampaan didalam hati. Sedih senang dia yang selalu ada disisiku, sekian lama aku bersamanya aku merasa kasih sayang seorang sahabat entah sampai kapan persahabatan berakhir tapi aku tidak ingin persahabatanku dengannya berakhir.
-Sekolah-
Siska        :’’ na,na,na..’’
Fika  :’’ Cie, Siska seneng banget sih! Ada apa sih?’’ tanyanya terhadapku
Siska:’’ Papaku mengajakku liburan ke Bali, kamu ikut ya?’’ ajakku
Fika  :’’ ah, engga. Aku lagi tidak enak badan! Siska, siska..’’ jawabnya menolak dan ia memanggilku dengan gugup
Siska        :’’ Apaan? Pagi-pagi udah gugup aja.’’
Fika  :’’ ada anak baru , nanti dia akan sekelas sama kita! Cowok lho..’’
Siska        :’’ Siapa? Aku tidak memperdulikannya!’’
Fika  :’’ gak peduli sih gak peduli ! naksir aja nanti, haha’’ ledeknya sambil tertawa
Kring.. kring
-Bel berbunyi-
        Bel pun menunjukan sudah waktu sudah waktu masuk belajar, guru tiba dengan seorang cowok! Tetapi ia terasa sangat asing sekali , aku belum pernah melihat dirinya. Siapakah gerangan?
Bu Nuri:’’ Murid-murid, kita punya siswa baru! Silahkan memperkenalkan namamu.’’
Siswa baru:’’ Selamat pagi, nama saya Raditya Stevano. Saya pindahan dari sekolah SMAN 08 Bandung, harap kebijakan dari kalian’’
Setelah memperkenalkan dirinya, pelajaran dimulai. Aku sedikit terganggu dengan mukanya , cowok yang tampan duduk disebalahku. sesekali bertatap mata dengannya terasa jantung ini sudah berdegup sangat kencang.
Raditya:’’ Raditya..’’ dia mengulurkan tangannya padaku
Siska:’’ Siska’’ aku tersenyum padanya
        Di dalam hatiku bertanya-tanya, apakah aku suka dirinya? Ah tidak mungkin, Dia sangat tampan banyak siswa yang menyukainya aku tidak mungkin salah satu dari mereka. Setelah waktu istirahat aku mencari dirinya ternyata ia sedang duduk memakan bakso di kantin.
Siska:’’ hei, ganggu?’’
Raditya:’’hei, tidak kok. Mau makan bakso?’’
Siska:’’ emm, boleh deh. Aku juga lapar’’ jawabku tertawa
Fika  :’’ Ciee, yang baru kenal udah makan bakso berdua aja nih!’’ ledeknya tertawa
Siska        :’’ Fika , apaan sih. haha’’
        Kami bertiga pun tertawa terbahak-bahak, setiba ku dirumah aku terus memikirkannya. 5 bulan berlalu dengan candaan-candaan kami , eitss kami bukan hanya aku dan Fika tetapi dengan Raditya, hubungan kami pun semakin dekat dan Fika sudah mengetahui kalau aku menyukainya.
                                        Handphone bergetar
        Sebuah pesan text masuk dihandphone-ku bertuliskan ‘’Caffe jam 15.30 dari-raditya’’ aku langsung berangkat ke Caffe tersebut. Aku mempercepat langkahku, akhirnya aku menemukan dirinya di meja nomor 23 sedang duduk dengan secangkir cappucino.
Siska:’’ Hei, ada apa?’’
Raditya:’’ Mau capuccino?’’
Siska:’’ hemmh’’ jawab-ku mengangguk
Raditya:’’ Siska, aku suka sama kamu.kamu mau jadi pacarku?’’
Siska:’’ Haha..’’ aku tertawa karena candaannya
Raditya:’’ Kali ini aku serius Siska’’ serunya menghentikan tawa-ku
Siska:’’ yaudah iya, aku juga suka sama kamu ‘’ aku tersenyum padanya
Raditya:’’ Jadi? ‘’
Siska:’’ Menurut kamu?’’ tanyaku balik
Raditya:’’ Yess, yeay! ‘’ teriaknya hingga semua orang melihatnya
Siska:’’ heh, udah. Di liatin semua orang’’ ledek-ku
-Di rumah-
        ‘’Aku jadian? Ah, kenapa aku langsung menerimanya!!’ teriakku didalam kamar.
-Di sekolah-
Fika  :’’ Hah? Jadian? Selamat ya..’’ jawabnya lemas
Siska:’’ Kenapa Fika? Kok melemas gitu, sakit ya?’’
Fika  :’’ Oh,Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja’’ jawabnya meyakinkanku
        2bulan aku bersama raditya tetapi dimana Fika? Kemana dia? Aku sangat khuwatir terhadapnya. Sampai suatu saat aku melihat Fika dengan Raditya sedang berbicara secara pribadi. Ada hubungan apa mereka? Mengapa dia tega kepadaku? Aku sudah bersahabat sangat lama dengan Fika tetapi mengapa dia seperti itu terhadapku. Aku hanya pergi dengan sangat lemas dan marah.
-Sekolah-
Raditya:’’ Heh! Bengong aja..’’ ucapnya mencubit pipiku
Siska:’’ Jujur ya, kemarin kemana? Diam-diam ada hubungan sama Fika!’’ seruku menyapu padanganku terhadapnya
Raditya:’’ Dengarkan dulu! Kemarin itu hanya..’’
Siska:’’ Tidak butuh! Kemana Fika? Apakah dia mengindar dariku? ‘’
        Aku menelpon Fika yang telah diam-diam mempunyai hubungan dengan Raditya..
                                        Siska menelpon Fika
Siska:’’ Heh, aku sekarang tau! Ternyata kamu diam-diam menusuku! Kamu mempunyai hubungan dengan raditya , cukup tau dan tidak mau tau lagi. Perhabatan kita putus!
Fika  :’’ Siska kamu salahpaham...’’ aku mematikan telpon-ku
        1bulan berlalu tanpa Fika, ternyata wali kelas kami memberitahu kami bahwa Fika meninggal.. ‘’Hah? Apa? Apakah semua ini salah ku?‘’ Seruku dalam hati
Raditya:’’ kamu mau tahu apa yang aku bicarakan sebulan yang lalu aku bersama Fika?’’ tanyanya, dan aku mengangguk
Raditya:’’ dia menyuruhku untuk menjaga kamu , tidak membuatmu menangis, tidak membuatmu kecawa, membahagiakan kamu, untuk menggantikan diri Fika sebagai sahabatmu yang tak lama lagi Tiada. Dia mempunyai penyakit Leukimia’’ aku menangis mendengar perkataan raditya, mengapa aku terlalu egois dan tidak mendengar penjelasan dari Fika?
        Leukimia.. Leukimia.. perkataan itu masih terdengung di telingaku. Aku hanya berdiam seperti patung , dan menyesali apa yang telah aku lakukan kepada Fika. Jam pelajaran berakhir, aku mempercepat langkahku kerumah Fika. Rumah dipenuhi banyak bunga dan bendera kuning. Aku terjatuh menangis didepan rumahnya , tangisanku semakin keras. Raditya melihatku sedang menangis dan menyuruhku berdiri. Aku memasuki rumah Fika dan Bi Retno memberi-ku pesan text untukku dari Fika “Hidup bahagia disana, makasih udah jadi sahabatku selama ini. Aku mungkin disana sangat tenang, I love you dear.’’ Tetesan air mati semakin deras mengalir hanya bisa menyesali semuanya.
        Aku sekarang hidup tanpa Fika dan aku mencoba yang terbaik. jika ada kesalahpahaman, aku mencoba untuk mendengarkannya. Itu semua pelajaran untukku, sekarang aku hidup berbahagia dengan raditya tanpa Fika walau sedikit sedih tanpanya tetapi Fika akan selalu ada dihatiku yang akan menjadi sahabat terindah seumur hidupku..
                                -THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar