Di
rumah tua yang ada di hutan, ada seseorang yang tinggal di sana, ayah dan anak,
mereka adalah keluarga yang rukun, ayahnya bernama Sastro Jago Hartono dan
anaknya bernama Exel Darmawan, tetapi ada seseorang yang tidak ada dalam
keluarga, Yaitu ibunya. Ibunya sakit
karena terkena kanker.
Exel
adalah anak yang tampan, pemberani, dan juga pintar, karena keberaniannya itu
ayahnya mengandalkannya untuk mencari kayu bakar, karena ayahnya terkena
demam yang parah sehingga harta yang mereka miliki tidak cukup untuk biyayanya
rumah sakit atau Puskesmas. Dulu ayahnya pernah berkata ”Exel kalau ayah sudah
tidak ada kamu bisa pergi ke rumah paman mu yang ada di pinggir hutan.”
Seminggu
kemudian, saat Exel pulang ke rumahnya, ia sangat senang karena penghasilannya
lebih dari Rp 50.000,saat di jalan ia membayangkan wajah ayahnya yang sangat
senang ia bisa makan-makanan yang enak seperti ikan. Tetapi saat sudah
dekat rumahnya ia melihat di depan rumahnya sangat ramai lalu Exel
berlari dengan Cepat menuju rumahnya, saat ia sampai di depan gerbang rumahnya
ada ibu-ibu yang memegang pundaknya dan berkata ”Sabar ya…nak mungkin ini sudah
takdirmu”. Mendengar ucapan itu Exel menjadi bingung lalu ia berfikir kalau
terjadi apa-apa dengan ayahnya.jadi ia langsung berlari masuk ke dalam, ia
melihat kain kafan lalu membukanya,setelah melihat itu Exel meneteskan air mata
dan berkata ”ayah..ayah…jangan tinggalkan aku ayah…aku sudah tidak punya siapa–siapa
lagi selain ayah…ayah…ayah…aku sudah membawakan sesuatu untuk ayah…ayah…”.
Exel
menangis tersedu-sedu, tiba-tiba ia ingat pesan ayahnya kalau ia sudah tiada
lalu Exel pergi menuju rumah pamannya, Karena ia tidak tahu di mana rumahnya, jadi
ia bertanya Tanya. Exel sangat berhati-hati karna di hutan banyak sekali hewan
buas seperti Singa, macan, ular, dan hewan buas lainnya, saat Exel sampai di
tengah-tengah hutan, Exel mendengar suara, dan Exel melihat bahwa itu adalah
suara Macan Exel berusaha berlari tetap ia terjatuh karna tersandung
batu,Macan itu mulai membuka mulutnya tetapi ada seseorang yang
menyelamatkannya,ia mendorong Macan itu,tetapi macan itu kembali bangkit dan
berlari menuju orang itu tetapi untungnya orang itu membawa senjata tajam
dan ia langsung menusuk Macan itu dan membawa Exel menuju sebuah gubuk yang
sudah tua, saat Exel membuka matanya ia melihat bahwa yang menyelamatkannya itu
seorang wanita yang sangat cantik lalu Exel berkata.
”Wah…kamu
hebat sekali,aku saja yang laki-laki tidak bisa mengalahkannya .”
“Itu
sudah biasa.” Kata perempuan cantik itu.
“Oh…ya
nama kamu siapa? Kalau aku Ana.”
“Namaku
Exel, oh ya apa kamu tahu di mana rumah pak Sutra Jaya?” Tanya Exel.
“Pak
Sutara Jaya ,ya aku tahu ikuti saja deretan pohon itu” jawabnya.
“Terima
kasih ya…”jawab Exel.
“Sama-sama.”
Jawab Ana.
Saat
Exel sedang mengikuti deretan pohon itu, Exel terjatuh lalu ia melihat ke
kakinya,ternyata ada sebuah ular yang besar melintari kakinya , Exel mencoba
melepaskannya,tetapi ular itu tidak bisa keluar dari kakinya,lalu ular itu
berjalan menuju kepala Exel dan membuka mulutnya lebar-lebar, Exel mencoba menyingkirkannya
tetapi tidak bisa,untungnya ia melihat sebuah kayu yang ujungnya tajam Exel
mengambilnya dan menusuk ke badannya lalu ular itu mati. Exel berlari
secepatnya mengikuti deretan pohon itu lalu Exel melihat sebuah rumah yang
bagus dan ia berkata dalam hatinya “pasti rumah paman” dan ia berlari menuju
rumah itu Saat ia sampai di sana ia membunyikan bell dan ada
seseorang yang ke luar, itu adalah pamannya, Exel langsung memeluk pamannya
dengan senang hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar